RIYADH โ Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah sasaran di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di kota pesisir Yanbu.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui platform X pada Jumat mengatakan serangan tersebut dilakukan dalam dua operasi terpisah dengan menggunakan โsejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, serta droneโ.
Menurut Saree, operasi pertama menyasar apa yang disebutnya sebagai โtarget sensitifโ di Riyadh. Sementara operasi kedua diarahkan ke fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, wilayah pesisir barat Arab Saudi.
Hingga laporan tersebut disampaikan, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan Houthi tersebut.
Pada Sabtu, peringatan dari Pertahanan Sipil Arab Saudi untuk pertama kalinya dalam gelombang peringatan terbaru mencakup wilayah Riyadh. Dua peringatan dikeluarkan di ibu kota, sementara dua peringatan lainnya diterbitkan untuk wilayah Al-Kharj.
Pihak berwenang tidak menjelaskan secara rinci jenis ancaman yang memicu peringatan tersebut. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang secara langsung dikaitkan dengan peringatan di Riyadh dan Al-Kharj.
Peringatan itu muncul sehari setelah Pertahanan Sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa kondisi bahaya telah berlalu di tujuh kota dan provinsi yang membentang dari wilayah barat daya hingga barat laut kerajaan, menyusul serangkaian peringatan keamanan sebelumnya.
Sebelumnya, pada Kamis, otoritas Arab Saudi melaporkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat puing-puing drone Houthi yang berhasil dicegat dan dihancurkan di atas wilayah Taif, di bagian barat negara tersebut. Sejumlah bangunan dan kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan serupa di sejumlah kota dan wilayah. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah pihak berwenang menyatakan kondisi bahaya telah berlalu.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat setelah kelompok tersebut pada 20 Juli mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai โblokade maritimโ terhadap Arab Saudi. Houthi kemudian mengklaim telah melakukan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone terhadap kapal serta fasilitas yang terkait dengan Arab Saudi.
Arab Saudi telah memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sejak Maret 2015 dalam konflik melawan Houthi. Kelompok tersebut menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta sejumlah provinsi sejak September 2014.
Klaim mengenai serangan terbaru terhadap Riyadh dan Yanbu masih menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi.
Sumber : https://www.middleeastmonitor.com/20260919-yemens-houthis-claim-missile-drone-attacks-on-saudi-capital/

