Artikel

Kajian Aqidah: Mengenal Allah, Tingkatan Makrifat, dan Hakikat Tauhid

D

Posted by. Deli Hermanto

02 Oktober 2026 21:31 โ€ข 14 view

Share:
Kajian Aqidah: Mengenal Allah, Tingkatan Makrifat, dan Hakikat Tauhid
Ilustrasi. (Gemini AI Pro)

Pertemuan 3: Kitab 100 Tanya Jawab Mengenai Tauhid

Karya: Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah as-Sadhan

Narasumber : Ustadz Ridho Handika Putra

Assalamuโ€™alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil โ€˜alamin, wa shallallahu wa sallama โ€˜ala nabiyyina wa rasulillah Muhammad, wa โ€˜ala alihi wa shahbihi ajmaโ€™in. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan โ€˜abduhu wa rasuluh shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

AdsDonasi Dakwah

Ayo gabung bersama Surau TV dalam menyebarkan dakwah yang mulia ini

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

"Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya." (HR. Muslim no. 1893).

Klik Donasi

1. Nama-Nama yang Terlarang bagi Makhluk

Terdapat nama-nama dan gelar yang diharamkan bagi manusia, di antaranya:

  • Syahin Syah atau Raja Diraja (Raja Diraja hakiki hanyalah Allah Subhanahu wa Taโ€™ala).
  • Nama-nama khusus milik Allah yang tidak boleh disematkan kepada makhluk, seperti Allah, Ar-Rahman, dan Al-Malik.
  • Nama-nama yang mengandung penghambaan kepada selain Allah, atau nama yang dikhususkan bagi kemuliaan para nabi dengan penyandaran yang terlarang menurut para ulama.

2. Makna Rabb dan Alam

Ketika ditanyakan, "Siapa Rabbmu?", maka jawabannya adalah: Rabbku adalah Allah.

Makna Rabb secara bahasa dan istilah mencakup makna Tarbiyah (mendidik, memelihara, dan mencukupi kebutuhan):

  • Dialah yang memelihara dan mendidikku serta mendidik seluruh alam semesta dengan curahan nikmat-nikmat-Nya, baik nikmat lahiriah maupun batiniah.
  • Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala:

{ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ}

  • (Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam).

Definisi Alam:

Segala sesuatu selain Allah disebut alam. Kita, manusia, hanyalah salah satu bagian dari alam ciptaan Allah. Di sana terdapat alam jin, alam malaikat, alam hewan, alam tumbuhan, lautan, dan makhluk ciptaan lainnya.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menegaskan:

"Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak untuk diibadahi."
Makhluk yang tidak mampu menciptakan apa pun sama sekali tidak layak disembah.

3. Kadar Wajib Mengenal Allah (4 Perkara Pokok)

Kadar wajib yang harus diimani dan diketahui oleh setiap muslim mengenai pengenalan terhadap Allah mencakup 4 pilar:

  1. Beriman kepada Wujud (Keberadaan) Allah Meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah Subhanahu wa Taโ€™ala itu ada.
  2. Beriman kepada Rububiyah Allah Meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, dan Pengatur seluruh alam semesta (bumi, langit, matahari, bulan, manusia, hingga malaikat).
  3. Beriman kepada Uluhiyah Allah Meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah dengan benar (Laa Ma'buda Bihaqqin Illallah). Catatan penting: Mengartikan Laa Ilaha Illallah semata-mata dengan "Tiada Tuhan selain Allah" kurang tepat, karena pada faktanya banyak tuhan/sesembahan palsu yang disembah manusia. Makna yang benar adalah "Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah".
  4. Beriman kepada Asmaโ€™ wa Shifat (Nama dan Sifat Allah) Menetapkan seluruh nama dan sifat yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan tanpa menyerupakan (tasybih), menolak (ta'thil), membagaimanakan (takyif), atau mengubah makna (tahrif).

Kaidah Ahlus Sunnah sebagaimana ditegaskan oleh Imam Malik bin Anas rahimahullah saat ditanya tentang hakikat istiwa:

"Istiwa itu maklum (maknanya jelas dipahami), caranya (kaifiyatnya) majhul (tidak diketahui akal), mengimaninya adalah wajib, dan menanyakannya (bagaimananya) adalah bid'ah."

4. Cara Mengenal Allah: Melalui Tanda-Tanda Kekuasaan-Nya

Jika ditanya, "Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?", jawabannya adalah: Melalui ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan-Nya) dan ciptaan-Nya.

  • Logika Fitrah Arab Badui: Ketika seorang Badui ditanya bagaimana ia mengenal Rabbnya di tengah padang pasir yang sepi, ia menjawab dengan sederhana:
"Jejak kaki menandakan ada orang yang berjalan, kotoran unta menandakan adanya unta. Maka langit yang memiliki gugusan bintang, bumi yang terbentang luas, serta lautan dengan ombak yang bergelombang, tidakkah menunjukkan adanya Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat?"
  • Kelemahan Sesembahan Selain Allah: Kisah seseorang yang hendak menyembah berhala, namun membatalkan niatnya setelah menyaksikan seekor musang buang air kecil di kepala berhala tersebut. Ia bersyair:
"Apakah ia pantas menjadi rabb, sedangkan musang mengencingi kepalanya? Sungguh hina orang yang tuhannya dikencingi oleh musang. Jika ia benar-benar tuhan, tentu ia mampu membela dirinya dari kehinaan."
Ia pun tersadar dan meninggalkan berhala menuju tauhid kepada Allah semata.

5. Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1: Bagaimana menyikapi syubhat para akademisi/cendekiawan yang menyimpang dalam akidah?

Jawaban:

  • Hidayah mutlak berada di tangan Allah. Gelar akademik yang tinggi tidak menjamin keselamatan akidah seseorang jika tidak dilandasi keikhlasan dan fitrah yang lurus.
  • Kebanyakan tokoh ilmu kalam dan filsafat di akhir hayatnya bertaubat dan menyesali metode mereka, lalu kembali kepada fitrah akidah kaum awam yang murni.
  • Tugas seorang pendidik dan da'i adalah menyampaikan kebenaran, menanamkan akidah yang lurus sejak dini, dan menghindari perdebatan kusir yang hanya menumbuhkan keraguan serta syubhat.

Pertanyaan 2: Bagaimana membedakan antara ujian dan azab di dunia?

Jawaban:

  • Bagi orang yang beriman: Musibah merupakan ujian (imtihan) yang berfungsi menggugurkan dosa dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
  • Bagi orang yang ingkar/pelaku maksiat: Musibah merupakan azab/teguran. Apabila dengan musibah tersebut ia bertaubat, maka itu berubah menjadi rahmat dan pembuka hidayah baginya.

Pertanyaan 3: Bagaimana mengajarkan doa sebelum makan yang sesuai sunnah kepada anak-anak?

Jawaban:

  • Rujuklah hadis Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhu:

ูŠูŽุง ุบูู„ูŽุงู…ูุŒ ุณูŽู…ูู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ู’ ุจููŠูŽู…ููŠู†ููƒูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ู’ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽู„ููŠูƒูŽ

  • (Wahai anak, ucapkanlah 'Bismillah', makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di dekatmu).
  • Cukup ajarkan anak membaca "Bismillah" (atau "Bismillahirrahmanirrahim"). Kisahkan riwayat ini dengan metode bercerita yang menarik agar membekas di ingatan mereka sepanjang hayat.

Pertanyaan 4: Apakah diperbolehkan berdebat dengan ahlul bid'ah untuk mendakwahi mereka?

Jawaban:

  • Debat hanya diperbolehkan bagi orang yang kokoh ilmunya (rusukh fil 'ilm) dan terhadap lawan bicara yang tampak tanda-tanda inshaf (tulus mencari kebenaran).
  • Adapun terhadap orang yang memang sengaja menebarkan syubhat atau gemar berbantah-bantahan, para ulama salaf (seperti Imam Al-Auza'i dan Imam Syafi'i) melarang majelis debat bersama mereka agar syubhat tidak mengotori hati umat.

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆุจู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ

* Faedah Kajian Ilmiah Pegawai YDEI bersama Ustadz Ridho Handika Putra dari Darul Hadits Sayhut, Yaman, Jumat, 2 Oktober 2026, dalam pembahasan Kitab 100 Tanya Jawab Mengenai Tauhid (Pertemuan ke-3)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

AdsDonasi Dakwah

Ayo gabung bersama Surau TV dalam menyebarkan dakwah yang mulia ini

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

"Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya." (HR. Muslim no. 1893).

Klik Donasi

Trending Insight

Advertisement